Super Tips Jakarta - Japan Trip!

You're going to Japan on your own? Oh wow, congratulation, I'm impressed *nyinyir.
Agak nggak enak nih mau share, abis dibayarin kantor. HAHA.
Nah, berhubung gue bikin itinerary buat perjalanan kemarin, jadi boleh lah ya gue sok-sok kasih ultimate tips. FYI, tips dari gue in a cheap way ya, jadi jangan tanya how to get there fabulously.
Jadi, waktu perjalanan kerja itu selesai, gue dan si Sasyachi memutuskan untuk extend. Nah, di sinilah petualangan (baca: bertahan hidup ala kadarnya) sesungguhnya dimulai!



1. Tiket
Berburu tiket setahun sebelum keberangkatan deh biar lebih murah! Pssttt...sekarang banget nih salah satu maskapai penerbangan yang terkenal murah lagi ada promo ke Jepang, round trip cuma sekitar 3,5 juta rupiah untuk perjalanan 2015! *Voice over iklan TV*
Waktu yang oke buat ke Jepang menurut gue:
Februari: Banyak ornamen cinta-cintaan
April: Selain karena gue ulang tahun, bulan April tuh Sakura lagi mekar dan banyak festival, cocok buat yang mau foto ala studio yang ada sakura bohongan.
Oktober: Halloween di Harajuku-Shibuya hits banget! Lo bisa pakai kostum apapun di jalan, buat yang mukanya udah serem enak nih, hemat biaya kostum.
December: kalau mau lihat salju -_-
Jangan ke Jepang pas summer, apalagi kalau rencana ke Disneyland, panasnya lebih-lebih Jakarta kalau lagi super panas!



2. Visa
Kesalahan pertama gue, dan mungkin kesalahan beberapa orang lain juga yaitu kurang teliti waktu lihat bahwa Kedutaan Jepang di Indonesia terbagi dalam beberapa wilayah yuridiksi. Maksudnya adalah, kita harus membuat visa sesuai wilayah masing-masing. Untung gue masih masuk Kedutaan Jakarta, coba kalo Bekasi? Jauhan ke Bekasinya dari pada ke Jepang. Untuk lebih jelasnya silahkan buka ini. Untuk waktu pembuatan memakan sekitar 4 hari kerja dengan biaya Rp320.000. Untuk amannya, apply sebulan sebelum berangkat deh.

3. Transportasi
Jangan manja, di Jepang tarif buka pintu taksi ¥730, broh! Saran gue, naik train/subway aja. Beli Suica/Pasmo, nggak mahal kok, pilihan isinya dari ¥1000-¥10.000 . Nantinya kartu ini akan di-tap di setiap kali kita naik train/subway/bus. Cara belinya, tinggal datengin aja JR East Travel Service Center yang ada di airport. Selain nggak repot mesti bolak balik beli tiket di mesin, kartu ini bahkan bisa digunakan untuk membayar di makanan/minuman di vending machine. Tjakeup!

4. Penginapan
Waktu masih jatah kantor sih gue nginep di Shinagawa Prince Hotel, enak banget tempatnya, connected to mall dan Epson Aquarium, semacam Sea World gitu. Tapi hotelnya agak tua, mungkin kalau di Indonesia kayak Hotel Indonesia jaman dulu. 
Kalau yang hidupnya bergaya hotel, boleh dicoba hotel yang (lumayan murah) di daerah Shibuya yaitu Unezo Hotel. Waktu itu gue hanya membayar ¥16000 untuk 2 malam.
Kalau mau hemat, coba nginap di Capsule Hotel, lumayan loh cuma ¥2000 per malam. Gue sih kemarin nggak nginap di sini karena selain mandinya rame-rame di ruangan terbuka ala Jepang, tempat tidurnya ya bener-bener kayak kapsul, tempat tidur tingkat dua, tertutup kanan-kiri atas bawah, satu lorong bisa ada 20 kapsul, berasa mau dikremasi!
5. Makan
Coba baca dulu tips makan murah di Jepang nih di sini. Kalau untuk makanan halal, agak susah sih, paling makan chicken karaage, chicken katsu atau sushi. Sejauh ingatan gue, belum pernah nemu sushi babi sih.  Atau coba beli makanan jadi di supermarket yang tinggal panasin di microwave. Kalau ramen, jangan coba-coba deh, waktu itu si Sasya udah kesenengan karena ada tempat makan ramen yang terpisah antara babi dan ayam/daging. Lantai B1 untuk kaldu babi, lantai 1 untuk kaldu ayam dan lantai 2 untuk kaldu daging. Seneng akhirnya gue sebagai pemakan non halal bisa bersanding dengan makanan halal :') Dengan riang gembira kita menaiki lantai 1, ternyata kaldunya beneran ayam, kata yang masak juga kaldunya ayam, pas nanya toppingnya, EHHHH topping dagingnya tetep babi! Syempakk..
Banyak tempat makan di jepang yang udah mulai pakai coupon machine. Mungkin mereka mulai menyerah dengan kendala bahasa. Cobalah tetap tenang dan terlihat nggak norak. Ini gampang banget, walaupun ditulis dalam bahasa Jepang, kita tinggal lihat aja menu makanan yang mau dipilih, masukin uangnya, nanti keluar kupon. Nah, kupon itu yang diberikan ke pelayannya untuk ditukar dengan makanan. Canggih ya? Nggak juga...
6. Bahasa
Susah banget nyari orang Jepang yang bisa bahasa inggris, apalagi bahasa Indonesia! Coba pelajari beberapa kosa kata dalam bahasa jepang untuk mempermudah kalau nyasar di sana. Kecuali kalau emang sengaja nyasar biar nanya jalan sama cowok ganteng ya. Kayak gue.
Nih beberapa contoh kata-kata yang bisa bikin gue bertahan di Jepang
(romaji)
Sumimasen : permisi
Douzo : silahkan
Ogenki desu ka? : apa kabar?
Arigatou gozaimasu : terima kasih
Douita shimasite: sama-sama
Hontou ni? : sumpe lo?
Gomen nasai : maap
Ii tenki desu ne? : cuacanya bagus ya? (pick up line boleh lah)
Selamat tidur: oyasuminasai (ya kali aja dapet temen bobo)
Tambahan, karena seringnya gue dikira orang sana *ehem*, akhirnya gue ngapalin kata-kata ini:
Watashi Indonesian desu : gue orang Indonesia

7. The rules
- Jangan ngobrol terlalu keras di kereta/bus. Entah kenapa di Jepang kalau naik kendaraan umum kayak gini semua orang nunduk mainan HP dan hampir nggak ada yang ngobrol. Beda ama kereta Jakarta-Bogor pokoknyahhh...
- Selalu ambil struk belanjaan. Gue juga nggak ngerti, tapi tiap kali ninggalin struk belanjaan di kasir, mereka selalu teriak-teriak pakai bahasa Jepang yang gue nggak ngerti artinya, mungkin semacam "Njir, jangan ngotorin meja w, nih ambil sampah u!"
 - Rata-rata tempat makan di Jepang mengharuskan pembelinya mengembalikan nampan berisi perlatan makannya ke meja yang udah disediakan. Lo nggak bakal nemu sih tulisan yang mengharuskan itu di sana, it just happen like...voodoo.

8. Jam malam
Kalau kalian anak baik-baik, jangan keluar atau nongkrong di jalan di atas jam 10. Biasanya (entah mengapa) di atas jam segitu udah banyak orang mabok di jalan. Persis kayak yang digambarkan di komik Jepang seperti Shin Chan, Kariage Kun, dll, orang kantor itu seringnya pulang kantor mabok dulu sebelum pulang ke rumah. Hati-hati karena cowok-cowoknya suka rese kalo lagi mabok.

Gue sama Sasya nyasar, nanya sama orang di station jam 12 malem, ternyata dia mabok, eh si mabok nanya cowok yang ada di situ yang ternyata mabok juga. Mabok united -_-

Sesungguhnya tips di atas tidaklah penting, yang paling penting adalah mempersiapkan uangnya dulu, broh...

0 komentar:

Posting Komentar